Tanggal 10 November ditetapkan sebagai Hari Pahlawan pertama kali oleh Ir.Soekarno melalui Keputusan Presiden No.316 Tahun 1959.
Ditetapkannya Hari Pahlawan pada 10 November guna mengenang peristiwa dan perjuangan pahlawan-pahlawan bangsa untuk melawan penjajah bersama arek-arek Suroboyo.

Perjuangan ini ditempuh sebagai bentuk mempertahankan kemerdekaan terhadap kolonialisme dan imperialisme di Indonesia. Memaknai hari pahlawan adalah hal penting karena merupakan bentuk penghargaan kita terhadap jasa para pahlawan yang mempertahankan NKRI.

Memang memaknai nilai-nilai kepahlawanan saat ini tidak harus dengan mengangkat senjata dan tidak harus turun ke medan perang. Namun, sebagai generasi penerus bangsa, seluruh masyarakat Indonesia hendaknya menjunjung tinggi sifat dan sikap kepahlawan yang dapat diteladani melalui perjuangan pahlawan bangsa.

“Hari Pahlawan ini sebaiknya dimaknai dengan hal-hal positif, bermanfaat bagi bangsa dan negara. Karena apa yang sudah kita rasakan ini adalah hasil perjuangan para Pahlawan,” kata Pak Wimanuadi, Guru SMK Negeri 48 Jakarta , .
“Hari Pahlawan bukan hanya sekadar hadiah atau sekadar seremonial semata, melainkan untuk mengenang para jasa pahlawan yang telah gigih berani, rela mengorbankan jiwa, raga, dan hartanya demi mempertahankan kemerdekaan Indonesia,”

Pahlawan adalah orang-orang yang berjasa untuk negeri ini. Berjuang keras dan rela berkorban demi kesatuan dan persatuan Bangsa Indonesia. Hari Pahlawan merupakan momen mengenang, mengingat, mengobarkan kembali jiwa dan semangat para pahlawan di dalam diri untuk meneruskan perjuangannya.

“Sebagai generasi penerus, kita harus siap untuk menghadapi tantangan di era milenial ini dengan terus belajar memaknai perjuangan dan meneruskannya karena hasil jerih payah para pahlawan merupakan warisan yang harus terus dilanjutkan,”